[Review] Etude House – 0.2 Therapy Air Mask (Damask Rose)

etude-damask-roseHai, ini postingan pertama saya di tahun 2017! #apasih

Ini mask sheet kedua dari Etude House yang saya coba, setelah sebelumnya puas dengan varian Tea Tree. Saya sebenarnya tidak terlalu suka dengan aroma mawar (The Body Shop Atlas Mountain Rose sih pengecualian yaa~) karena aromanya yang feminin, bukan saya banget :)) Tapi suatu hari saya kayaknya kesambet apa gitu, jadi pingin nyoba mask sheet yang kemasannya pinkih-pinkih semu macam Damask Rose. Duh saya ini emang orangnya gampang kepincut sama desain cakep, kalau sudah begini cocok ga cocok hajar aja :))

Seperti yang telah saya tulis di postingan sebelumnya, 0.2 Therapy Air Mask ini adalah jenis mask sheet terbaru dari Etude House dengan berbagai peningkatan kualitas, menggantikan varian mask sheet lama, I Need You Mask.

3

Saya memiliki kulit wajah yang berminyak dan mudah berjerawat, jadi urusan mask sheet saya tidak bisa asal memilih, karena kebanyakan mask sheet itu cocoknya untuk pemilik kulit kering. Setahu saya, Etude House 0.2 Therapy Air Mask ini bahkan cocok untuk kulit sensitif, dan ada varian yang bisa digunakan untuk pemilik kulit wajah berminyak. Yap, saya bisa tahu bukan dari terawang batin pastinya, tapi info lengkap soal tipe essence di tiap variannya bisa dilihat di website Etude sendiri, dalam bahasa inggris.

1

Kalau diliat dari tipe essence, Damask Rose ini masuk tipe moist water type essence, sama seperti varian Tea Tree. Saat itu cuaca di Malang sedang dingin-dinginnya, jadi saya pikir saya butuh masker yang melembabkan, tapi bukan yang terlalu kental dan susah diserap seperti tipe emulsi.

damaskroseJpeg

Dari segi kemasan, masih sama seperti varian Tea Tree dan varian lainnya, kemasannya tidak mengkilap dan mudah dibuka. Di belakang kemasan ada deskripsi produk, instruksi penggunaan dalam gambar, bahasa inggris dan bahasa korea. Tanggal kadaluarsa juga tercetak jelas di bagian bawah kemasan.

Jpeg

Jpeg

Ingredients Water, Glycereth-26, Dipropylene Glycol, Propanediol, Niacinamide, Alcohol, Hydroxyethyl Urea, Butylene Glycol, Glycerin, 1,2-Hexanediol, Rosa damascena Flower Extract (2500 ppm), Sodium Carbomer, Allantoin, Hydroxyethylcellulose, Glycyrrhiza glabra (Licorice) Root Extract, Coptis japonica Root Extract, Zingiber officinale (Ginger) Root Extract, Camellia sinensis Leaf Extract, Dehydroacetic Acid, Sodium Hyaluronate, Disodium EDTA, Dipotassium Glycyrrhizate, Polyglyceryl-10 Laurate, Polyglyceryl-10 Myristate, Caprylic/Capric Triglyceride, Boswellia serrata Gum, Hydrogenated Lecithin, Geranium maculatum Oil, Rosmarinus officinalis (Rosemary) Leaf Oil, Citrus paradisi (Grapefruit) Peel Oil, Melaleuca alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil, Citrus limon (Lemon) Fruit Extract, Phytosteryl/Octyldodecyl Lauroyl Glutamate, Ceramide NP

Kalau dibandingkan dengan varian Tea Tree, isinya sama saja, hanya saja yang membedakan adalah dalam varian Damask Rose ada kandungan niacinamide, alias vitamin B3, yang biasa digunakan dalam kosmetik anti-aging.

Saya membeli mask sheet ini di Shopee seharga Rp 18.000,- (harga bervariasi tergantung penjual).

Masker ini wanginya lembut layaknya aroma mawar asli, tidak selang lama sudah hilang. Maskernya licin, jadi harus ekstra hati-hati waktu membuka lipatan maskernya. Tekstur essence-nya cair, warnanya bening, cukup lengket. Level lengketnya sedikit di atas Hada Labo lotionEssence-nya banyaak, saya tampung di botol ada kali 3-5 ml. Biasanya sisanya saya pakai di tumit dan bagian tubuh yang kering.

Saya memakai ini di malam hari, setelah membersihkan wajah dan menggunakan toner. Penampakan di wajah lihat saja di postingan sebelumnya ya. Seperti klaimnya, masker ini sangat tipis dan nyaris tembus pandang, nyaman di kulit. Sedikit kekecilan di area dahi dan sekitar hidung, tapi masker ini cukup elastis jadi bisa dilebarkan. Masker ini juga menempel dengan baik di wajah, jadi sebenarnya mau dibuat aktivitas biasa pun oke, tapi daripada netes kemana-mana, dibuat tiduran aja. Saya memakainya sekitar 20 menit maskernya masih tetap basah. Sisanya saya oleskan di leher, tangan dan kaki.

Setelah memakai ini, wajah saya terasa lembab, kenyal, tapi lengketnya bertahan lama. Agak gerah juga lama-lama. Waktu pagi saya cek lagi: kulit  saya bruntusan T_T. Walau tekstur essence tergolong paling cair, tapi ternyata kandungan di dalam maskernya masih terlalu rich untuk kulit saya yang berminyak.

Overall, walau sebenarnya saya suka dengan aromanya, tapi tekstur essence dalam mask sheet ini masuk kategori lengket dan sayangnya kulit saya bruntusan setelahnya. Menurut saya, varian Damask Rose lebih cocok untuk pemilik kulit normal cenderung kering. Repurchase? Nope.

Advertisements

3 thoughts on “[Review] Etude House – 0.2 Therapy Air Mask (Damask Rose)

      • Iya menurutku sih lebih cocok buat kulit kering. Walau aman untuk kulit sensitif, bisa jadi ada ingredients yang terlalu rich buat kulitku yang pori-porinya gampang tersumbat, jadi bisa bikin bruntusan.

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s